8 TIPS UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI TOKO RITEL ANDA

Apakah Anda ingin meningkatkan penjualan di toko Anda? Maka Anda harus memahami audiens Anda. Dengan menerapkan psikologi konsumen pada strategi penjualan Anda, Anda dapat merancang kampanye pemasaran yang lebih efektif, meningkatkan penjualan dan kepuasan pelanggan. Berikut adalah yang bisa Anda lakukan agar mampu memahami audiens Anda.

1. Jangan menawarkan terlalu banyak pilihan
Orang-orang mengira mereka menyukai pilihan – tetapi terlalu banyak pilihan dapat melumpuhkan. Dalam sebuah penelitian populer, Iyengar dan Lepper (2000) menyiapkan dua meja di sebuah toko kelontong. Di meja A, pelanggan dapat mencicipi enam pilihan selai; di meja B, mereka dapat memilih di antara 24 jam yang berbeda. Lebih banyak orang mampir ke meja B, di mana pilihannya lebih besar, tetapi hanya 3% dari mereka yang benar-benar membeli toples. Di sisi lain, hampir sepertiga (31%) orang yang mampir di meja A membeli sebotol selai.
Pelajarannya adalah membatasi pilihan rasa, warna, dan merek yang Anda simpan. Jika Anda menawarkan terlalu banyak alternatif, Anda mungkin akan menjual lebih sedikit (dan Anda akan memiliki banyak stok untuk diputar).

2. Memiliki program loyalitas
Program loyalitas merupakan alat yang hebat untuk para pebisnis ritel. Mereka memberikan wawasan penting tentang preferensi pelanggan, meningkatkan loyalitas – dan, menurut penelitian, mereka juga dapat membuat pelanggan merasa lebih bahagia di toko Anda. Dalam sebuah studi oleh Kivets, Urminsky dan Zheng, pelanggan dengan kartu hadiah untuk kafe lebih banyak tersenyum saat berbelanja, mengobrol lebih lama dengan karyawan kafe, mengatakan “terima kasih” dan meninggalkan tip lebih sering daripada pelanggan yang bukan bagian dari program. Mungkin perasaan menjadi bagian dari kelompok adalah bagian dari alasan perilaku ini.

3. Buat hadiah mudah didapat
Semakin dekat Anda merasa untuk mencapai tujuan, semakin termotivasi untuk mencapainya. Peneliti Kivets, Urminsky dan Zheng membagi pelanggan di klub hadiah menjadi dua kelompok. Grup A diberi kartu stempel 10 kotak, yang jika sudah selesai, akan memberikan mereka kopi gratis. Kartu kopi Grup B memiliki 12 kotak, tetapi dua kotak sudah dicap. Meskipun kedua kartu membutuhkan sepuluh pembelian untuk mendapatkan hadiah, pelanggan di grup B mengisi kartu lebih cepat. Dua kotak pra-stempel membuat mereka merasa, dari awal, seperti mereka dekat dengan tujuan, sehingga mereka menghabiskan lebih banyak uang, lebih cepat, untuk sampai ke sana. Saat Anda merancang program loyalitas Anda, manfaatkan efek ini untuk meningkatkan partisipasi.

4. Personalisasi
Orang-orang lebih memperhatikan hal-hal ketika mereka merasa itu relevan bagi mereka. Misalnya, nama kita berfungsi sebagai kata ajaib untuk otak, mengaktifkan berbagai bagian sekaligus. Namun, “personalisasi” juga dapat merujuk pada apa pun yang kita minati – olahraga yang kita ikuti secara teratur, band favorit kita, atau nama kota yang baru saja kita kunjungi.
Dalam bisnis ritel Anda, Anda dapat menggunakan program loyalitas untuk mendapatkan informasi seputar tindakan pelanggan, dan menggunakan data untuk mengoptimalkan dan mempersonalisasi komunikasi, produk, dan penawaran. Di dalam toko, staf penjualan terbaik Anda akan tahu bagaimana membuat konsumen merasa istimewa – termasuk menggunakan nama mereka.

5. Bersikap sopan – kecuali jika Anda menjual barang-barang mewah
Riset telah menunjukkan bahwa di toko kelas atas, staf yang sombong dapat meningkatkan penjualan. Efek ini (yang tidak berlaku untuk merek pasar massal, dan tampaknya hanya berlaku di butik kelas atas) tampaknya terkait dengan aspirasi orang untuk menjadi bagian dari in-group yang bergengsi. Jadi, jika Anda menjalankan toko mewah, Anda dapat mengizinkan perwakilan penjualan Anda bertindak seolah-olah pelanggan tidak akan mampu membeli. Untuk semua pengecer lain, lebih baik tetap berpegang pada senyum dan kesopanan yang sudah teruji.

6. Meniru bahasa pelanggan Anda
Saat berbicara dengan pelanggan, coba gunakan frasa dan bahasa tubuh yang sama dengan yang mereka gunakan: Anda akan meningkatkan kemungkinan mereka akan membeli dari Anda. Karena “efek pencerminan,” kita cenderung merasakan kedekatan yang lebih kuat dengan orang yang kita anggap mirip dengan kita.
Trik ini juga dapat digunakan untuk meredakan situasi sulit. Jika pelanggan mengatakan “Saya sangat marah”, lebih baik untuk mengakui mereka menggunakan kata-kata yang sama (misalnya, Anda dapat mengatakan “Saya mengerti mengapa Anda sangat marah, biarkan saya mencoba membantu”) daripada menggunakan kata-kata yang berbeda, seperti “Saya minta maaf Anda merasa kesal”.

7. Berikan sampel gratis
Menerima sesuatu secara gratis membuat orang merasa istimewa, dan membuat mereka ingin membalas budi. Dalam bukunya “Influence: The Psychology of Persuasion”, Dr. Robert Cialdini melaporkan bagaimana seorang pelayan meningkatkan tipnya sebesar 3% dengan menawarkan kepada pengunjung sebuah mint setelah makan malam. Ketika dia menawarkan dua permen, tip naik 14%.
Berikan pembeli hadiah kecil – bisa semurah kue atau stiker – untuk membuat mereka merasa nyaman, dan meningkatkan kemungkinan mereka akan membeli dari Anda.

8. Gunakan teknologi
Teknologi kini memang sangat diperlukan oleh para pebisnis ritel, terutama kini para pelanggan sudah beralih kebiasaan menjadi pembeli online. Jika Anda sebagai pemain bisnis ritel, namun tidak mampu menyesuaikan dengan perubahan perilaku pelanggan ini, maka Anda akan sangat tertinggal dan tentu saja akan kalah dengan para pesaing Anda. Dan dalam peranan online ini, tentu saja penggunaan teknologi dapat sangat membantu Anda.
Anda ingin tahu apa saja teknologi yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan penjualan bisnis ritel Anda? Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp