TIPS MENGOPTIMALKAN EFEKTIVITAS MANAJEMEN GUDANG (WAREHOUSE MANAGEMENT) UNTUK BISNIS RITEL MODERN

Manajemen gudang bagi beberapa perusahaan memainkan peranan yang sangat penting dalam rantai pasokan bisnisnya, namun yang kali ini dibahas hanya tentang bisnis ritel modern seperti minimarket dan apalagi hypermarket. Pengelolaan gudangnya juga harus memiliki implikasi pada setiap masing-masing bagian dari bisnis ritel modern tersebut yang selanjutnya akan berpengaruh langsung dengan tingkat kepuasan dari pelanggan ritel modern Anda.

Kesuksesan dari sebuah bisnis ritel modern Anda juga bisa berawal dari bagaimana cara Anda dalam mengelola gudang persediaannya. Anda dapat memaksimalkan value yang nantinya akan dapat Anda tawarkan kepada para pelanggan Anda dengan cara mengoptimalkan manajemen gudang.

Berikut ini merupakan bagaimana cara yang paling tepat agar dapat Anda lakukan dalam mengoptimalkan pengelolaan gudang dari bisnis ritel modern Anda.

1. Tingkatkan keamanan dan kerapian barang-barang di gudang.

Efisiensi akan menjadi sangat sulit ditingkatkan jika Anda tidak terlebih dahulu meningkatkan keamanan dan kerapian di gudang Anda. Ketika gudang Anda yang masih berantakan dan tidak dilengkapi dengan tingkat keamanan yang cukup, maka berbagai resiko seperti kehilangan dan kecelakaan akan sulit terhindarkan. Aturlah ruang dan tata letak gudang ritel modern Anda dengan cara memanfaatkan setiap area-area di gudang secara lebih optimal. Pastikan bahwa mesin pembawa barang dapat dengan mudah untuk masuk melalui setiap lorong-lorong di gudang utama ritel modern Anda. Pastikan juga Anda tidak mencampurkan beberapa SKU di rak-rak yang sama agar tidak menjadikan staff Anda merasa kebingungan untuk mencarinya.

Meskipun saat ini Anda harus fokus untuk meningkatkan efisiensinya, namun tingkat keamanannya juga tetap harus Anda prioritaskan. Fasilitasi karyawan Anda dengan berbagai peralatan yang memadai dalam menunjang keamanan mereka ketika akan mengambil dan menaruh barang-barang digudang. Lengkapi area gudang Anda dengan beberapa kamera CCTV dan sediakan juga akses bagi mereka yang akan bertanggungjawab dalam mengelola gudang bisnis ritel modern Anda.

2. Pisahkan barang-barang yang sesuai dengan permintaannya.

Untuk lebih memudahkan petugas gudang dalam menemukan dan mengambil barang-barang pesanan yang akan dipajang dirak-rak ritel modern Anda, barang yang berpindah dengan sangat cepat, maka itu berarti tingkat permintaannya juga cukup tinggi, sedangkan barang-barang yang masih berada di gudang dalam waktu yang sangat lama, maka itu berarti tingkat permintaannya sangat rendah. Letakkan barang-barang yang termasuk best-seller berada di rak-rak bagian terdepan, sehingga petugas tidak perlu lagi harus berjalan terlalu jauh untuk menemukannya. Pastikan bahwa barang-barang yang laris terletak tidak jauh juga dari area pengepakan dan pengiriman untuk lebih mempercepat pemenuhan pesanan para pelanggan.

3. Tentukan bagaimana metode pengambilan barang yang ter efisien.

Metode untuk pengambilan barang-barang pada setiap perusahaan tidak semuanya sama. Metode pengambilan barang yang paling baik menurut perusahaan A belum tentu cocok bagi perusahaan B. Dan hal ini juga masih tergantung pada jumlah pesanannya, luas dan tata letak dari gudang, serta bagaimana kebijakan yang nantinya akan dibuat oleh perusahaan. Berikut ini adalah beberapa jenis metode dalam hal pengambilan barang yang bisa Anda aplikasikan digudang ritel modern Anda:

• Zone Picking.

Disebut juga sebagai bagian dari pick-and-pass picking, metode semacam ini memang mengharuskan bagi para petugas untuk mengambil barang-barang dari area-area tertentu yang memang sudah ditentukan. Mereka harus memilih sendiri semua SKU yang sudah terletak di area-area tersebut untuk setiap pesanan. Jika pesanan memang memiliki beberapa SKU pada masing-masing area yang berbeda-beda, maka barang tersebut juga harus diambil secara bergiliran dari setiap masing-masing areanya.

• Batch Picking.

Metode semacam ini banyak digunakan ketika Anda memang memiliki beberapa jenis pesanan dengan SKU yang memang sama. Petugas harus mengambil barang-barang dari beberapa jenis pesanan, dengan tingkat SKU yang sama pada waktu yang juga sama. Dengan kata lain, petugas hanya perlu untuk melakukan sekali perjalanan untuk mengambil barang-barang dengan satu SKU yang sama.

• Cluster Picking.

Metode semacam ini mengharuskan para petugas untuk mengambil beberapa jenis barang-barang dari beberapa pesanan dalam sekali perjalanan dan kemudian harus menaruhnya ke dalam wadah yang berbeda-beda. Ketika melakukan hal semacam ini, petugas masih perlu untuk menggunakan troli dorong dengan beberapa jenis wadah untuk menampung setiap barang-barangnya.

• Wave Picking.

Dengan cara menggunakan metode ini, petugas juga harus mengambil barang-barang dari satu pesanan, satu SKU, pada satu waktu saja. Waktu pengambilan barang-barang tersebut dapat dijadwalkan pada waktu-waktu tertentu saja dalam waktu satu hari, untuk menyelaraskan dan mengoptimalkan proses pengambilan dan pengirimannya.

4. Menggunakan solusi manajemen inventaris & gudang otomatis.

Mengelola gudang secara manual dengan cara untuk menggunakan catatan kertas dan juga spreadsheet adalah cara yang sangat tidak efisien. Bayangkan berapa banyak waktu yang sudah terbuang untuk mencatat perpindahan barang dan berapa banyak kerugian yang selama ini telah Anda alami dikarenakan laporan yang sama sekali tidak akurat atau keterlambatan pengiriman pesanan? Kompetitor Anda untuk saat ini kemungkinan terbesarnya mungkin saja sudah mengotomatiskan proses pengelolaan gudang dan persediaan mereka dengan cara menggunakan teknologi software. Lalu, mengapa Anda masih belum menggunakannya?

5. Melakukan analisis performance manajemen gudang ritel modern Anda.

Setelah Anda berhasil menerapkan proses dan teknologi terbaru, maka Anda perlu untuk mengukur dan meninjau ulang tentang bagaimana performance untuk memastikan bahwa teknologi tersebut memang benar-benar mampu untuk meningkatkan produktivitas digudang Anda. Berikut ini adalah beberapa metrik utama dalam kinerja gudang yang harus selalu Anda pantau:

• Order Fill Rate: Persentase dari barang-barang yang sudah dipesan dari jumlah stok yang masih Anda miliki. Hal ini disebut juga sebagai demand satisfaction rate (tingkat kepuasan permintaan).
• Order Picking Accuracy: Persentase pesanan yang sudah dipilih tanpa terjadinya kesalahan baik dari cara memilih produk maupun jumlahnya.
• On-Time Shipment to Customer: Persentase pesanan yang sudah dikirimkan pada tanggal yang sudah diminta atau ditentukan. Perusahaan retail yang sudah sukses biasanya akan memiliki tingkat ketepatan waktu sebanyak 97% atau yang lebih tinggi.
• Warehouse Capacity: Kapasitas fisik dan aktual dari area-area gudang yang telah digunakan untuk penyimpanan barang-barangnya.

Setelah Anda berhasil mengukur hasil dari proses dan teknologi terbaru yang telah Anda implementasikan tersebut, maka setidaknya Anda akan menjadi lebih memahami tentang bagaimana cara Anda agar dapat terus meningkatkan efisiensi dan tingkat produktivitas dari manajemen gudang ritel modern Anda.
Apabila bapak ibu membutuhkan konsultan yang membantu dalam melakukan set up supermarket, Mini market dan Shop lainnya. Silahkan hubungi kami di 081-252982900 atau 081-8521172, kami siap membantu karena kami siap dengan SOP operasional, SOP finance dan accounting, SOP logistik, SOP layanan dan lainnya, serta siap dengan data base produk dan supplier, data base supplier infrastruktur supermarket seperti rak, mesin kasir, dan lainnya. Serta modul-modul training kasir, bagian pembelian, pramuniaga dan customer service. Semoga artikel ini bisa banyak bermanfaat bagi Anda sekalian. Terimakasih dan salam sukses pebisnis ritel modern Indonesia.



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp