STRATEGY MENAIKAN OMZET PENJUALAN SUPERMARKET

Saat ini tidak menutup kemungkinan penjualan on line sedikit menyedot penjualan secara off line seperti supermarket. Namun pemilik bisnis tidak perlu kuatir, konsultan bisnis Jakarta akan membagi tips-tips dalam mendongkrak omzet penjualan di supermarket.

Mari kita kupas satu persatu soal supermarket dari hulu ke hilir. Serta pakailah hal ini sebagai check list dalam membenahi supermarket kita.

Pertama, perhatikan Customer service kita apakah sudah cukup memadai dalam arti mulai dari penampilannya (profile), skill komunikasinya, skill negosiasinya, layanan kepada customer. Apakah di supermarket sudah ada standard salam sapa? Meja customer service yang cukup nyaman untuk melayani pelanggan, serta apa saja layanan customer service, sudah adakah layanan untuk member? Pemberian hadiah dan lainnya. Jika semua yang  konsultan bisnis jakarta sebut tidak ada , maka sebaiknya check likst di atas digunakan sebagai acuan mengadakan pelatihan terhadap para customer service yang ada di supermarket.

Kedua, produk di supermarket apakah sudah lengkap dengan harga yang kompetitif? Untuk mengetahui harga kompetitif, sebaiknya melakukan kompetitor price check supaya mengetahui harga up date yang saat ini dibuat oleh kompetitor. Jika selama ini tidak pernah dilakukan, berarti navigasi harga sudah tidak berfungsi dengan baik.  Ini justru gawat jika diabaikan.

Ketiga, lay out dari peletakan produk apakah sudah sesuai dengan familiy, atau rumpun produk sehingga ketika pengunjung berbelanja bisa mengambil produk sesuai dengan kebutuhan secara berurutan. Jika lay out peletakan produk sudah dibuat sedemikian rupa, maka supermarket juga perlu melakukan setting plano gram di rak sebab jika tidak nanti memunculkan ketidak adilan di mata supplier. Ada produk yang didisplay cukup lebar secara space tapi ada yang Cuma 2 tier saja. Ini juga berbahaya. Konsumen ingin mendapatkan barang sekaligus di lokasi rak yang tidak jauh dengan apa yang dibutuhkan. Jadi lay out dan planno gram sangat mendukung penjualan produk di supermarket.

Ke empat, apakah di supermarket sudah ada program member? Jika sudah ada bagaimana pemberian rewardnya. Apakah dalam bentuk poin yang dikumpulkan sampai customer mendapatkan suatu barang tertentu setelah poin terkumpul, atau poin yang terkumpul secara berkala dirupakan voucher untuk belanja, nah ini perlu dicek agar supermarket kita memiliki pelanggan yang bisa diinfo setiap saat program-programnya, selain agar konsumen mau datang untuk berbelanja.

Kelima, apakah wajah supermarket kita fresh? Supermarket yang tidak di cat ulang atau direnov membuat pengunjung bosan. Kondisi supermarket yang kusam, dan dengan aura kuno sebaiknya dihindari. Pengunjung selain berbelanja ingin juga melihat hal yang baru di supermarket, jadi tidak melulu melihat barang tetapi merasakan suasana supermarket yang nyaman dan bersahabat.

Ke enam, sudah lakukan cek mengenai program-program promosi yang dilakukan? Setiap minggu mesti ada program promosi untuk untuk supermarket kita. Misalnya program promosi setiap hari jumat, sabtu dan minggu. Program ini didesain untuk penjualan produk tertentu dengan diskon tambahan, atau gimik-gimik tertentu. Selain itu sudah adakah promosi brand awarness untuk supermarket kita? Seperti melalui siaran live di radio atau promo-promo yang ditayangkan di surat kabar, atau internet. Oya, sekarang jaman internet. Membuat program di internet dengan layanan delivery service akan membantu meningkatkan omzet toko.

Diatas adalah tips yang bisa dibagi oleh konsultan bisnis Jakarta. Jika diantara pembaca, bisnis owner/ pengusaha membutuhkan pembimbingan dalam meningkatkan omzet toko serta membuka toko baru di wilayah lain untuk tujuan meningkatkan omzet, silahkan hubungi 081-252982900 atau kontak 081-8521172 atau email groedu@gmail.com. Tim kami siap membantu!

 



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp