STRATEGI SUKSES UNTUK BERBISNIS MINIMARKET DAN TOKO RETAIL MODERN

Pada abad ke 20 an ini semuanya serasa berjalan dengan sangat cepat. Tidak terkecuali dalam hal bidang bisnis retail dan minimarket. Bisnis retail toko dan minimarket akan menghadapi persaingan yang lebih ketat. Apalagi ditambah dengan semakin banyaknya retail-retail asing yang bermunculan di Indonesia dan juga sudah memiliki kekuatan BRAND dan Keuangan yang lebih kuat. Karena itu agar bisa sukses dalam menjalankan bisnis retail dan minimarket ini sangat perlu adanya strategi yang tepat agar bisnis retail toko dan minimarket local dapat menjadi tetap kompetitif. Yaitu masih tetap mampu untuk mengimbangi persaingan dengan retail modern asing. Berikut ini merupakan beberapa strategi bagaimana dalam menghadapi persaingan dengan retail-retail modern asing:

1. Strategi Price Promotion.

Setiap bisnis retail toko dan minimarket baik yang berskala kecil dan besar tidak bisa terlepas harus memiliki kreatifitas tentang diskon produk. Memang strategi harga merupakan strategi yang bisa dibilang sudah agak using, namun pada titiknya sendiri strategi seperti ini masih bisa dibilang manjur. Yang menjadi efektif atau tidaknya dari strategi ini adalah kapankah saat yang tepat untuk menjalankan strategi diskon ini?. Beberapa retail dan minimarket modern untuk saat ini sedang begitu marak untuk mengembangkan kreatifitas diskon harga dengan berbagai program midnight sale. Dan ternyata program midnight sale tersebut masih sangat ampuh dan disambut dengan begitu antusias oleh para konsumen di kota-kota manapun di Indonesia. Kreatifitas dalam harga bisa juga ditunjukkan dalam bentuk cash back maupun beli dua gratis satu atau bisa juga diskon silang antar beda produk.

2. Menerapkan Metode Experience Marketing.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan experience marketing? Ya experience marketing merupakan suatu metode untuk menjual produk dan tidak hanya sekedar jual beli saja, namun lebih daripada itu di dalam proses penjualan produk sangat peru untuk membuat “experience” yang mampu menjadikan sebagai daya tarik tersendiri bagi konsumen untuk datang kepada minimarket kita. Selain produk yang kita jual adalah memang menjadi sebagai daya tarik untuk konsumen agar selalu datang ke toko kita, namun sangat perlu untuk menghadirkan pengalaman penjualan ter unik bagi seorang konsumen.

Terdapat salah satu contoh “experience” mengagumkan yang telah ditampilkan oleh salah satu peritel, yaitu: “ selamat datang di Indomart/Alfamart, selamat berbelanja” nah seperti itulah yang disebut dengan experience marketing. Ketika kita sedang berbelanja di Indomart atau Alfamart, maka kita akan langsung disuguhi dengan kata-kata tersebut saat pertama kali kita datang dan membuka pintu masuk, lalu pada saat kita pulang, maka pelayan indomaret juga akan mengucapkan “terimakasih selamat berbelanja kembali”. Dan berdasarkan riset dari lembaga riset ternama di dunia Nielsen bahwa 92% konsumen di Indonesia akan menjadikan pengalaman berbelanja untuk sambil berekreasi. Bahwa konsumen akan semakin banyak berbelanja ketika mereka merasa puas.

Experience marketing ini pada dasarnya dapat dikembangkan melalui banyak sekali panca indra. Semakin panca banyak melibatkan, maka panca indra tersebut akan semakin kuat experience marketingnya. Yang termasuk dari panca indra: (penglihatan,pendengaran, indra perasa, dan lain sebagainya). Misalnya saja sewaktu kita datang ke toko-toko batik di jalan Malioboro Jogja, pada pintu masuknya indra penciuman kita serasa sudah di baui dengan bau-bau khas dari toko-toko batik tersebut. Semacam pewangi khas, dupa atau aroma therapy yang bisa menjadikan suasana hati lebih nyaman, kemudian juga di putarkan musik-musik jawa yang begitu adem ayem tentrem jadinya semakin lebih betah untuk sekedar berlama-lama di toko-toko batik tersebut.

3. Menggunakan Teknologi Agar Mampu Dalam Berakselarasi Tinggi.

Teknologi juga berperan sangat besar pada jenis-jenis industri toko retail dan minimarket. Di zaman serba cepat seperti sekarang, konsumen cenderung untuk selalu menuntut Anda sebagai pemilik toko untuk mampu bergerak sigap dan cepat. Tanpa adanya teknologi rasanya sangat mustahil untuk bisa sigap dan cepat bertindak, terdapat tiga macam teknologi yang dirasa cukup mampu menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu:

• Pelayanan dan Kecepatan Gerak.

Contoh Negatif: Coba saja bayangkan saat ada konsumen yang belanja mengantri sampai 10 antrian dibelakangnya karena kita tidak hafal dengan harga, atau menghitung secara manual satu persatu barang yang telah dibeli oleh konsumen dengan kalkulator. Sangat lamban bukan.

Contoh Positif: Anda pastinya pernah berbelanja di minimarket seperti indomaret atau alfamart? Sekarang coba bayangkan, pernahkah Anda melihat antrian yang lebih panjang dari 5 antian? Jawabannya tentu saja TIDAK PERNAH, mereka sangat cepat dan tanggap dalam melayani pelanggan di kasir. Karena minimarket seperti indomaret/alfamart sudah menggunakan system serba terkomputerisasi yang ketika barang itu di lewatkan begitu saja, maka komputer sudah bisa mendeteksinya:

• Otomatis mendeteksi harga jual barang tersebut dan langsung tampil di layar computer.
• Otomatis mengurangi stok.
• Langsung otomatis Menambahkan keuntungan penjualan per barang.

Keren bukan, dengan sekali lewat maka sudah banyak yang bisa kita dapatkan semuanya dengan otomatis.

• Inventory/persediaan barang atau stock.

Dengan adanya perangkat lunak, maka persediaan sudah secara otomatis tersaji, hanya tinggal klik satu tombol dikomputer. Maka akan langsung terlihat stok mana saja yang harus dilakukan pembelian ulang, barang apa saja yang paling laris terjual.

• Retensi Pelanggan atau mempertahankan pelanggan.

Mempertahankan pelanggan agar selalu berbelanja ulang memang sangat penting. Nah dengan bantuan teknologi perangkat lunak kita juga bisa mempertahankan pelanggan dari segi kecepatan layanan dan juga bisa mempertahankan pelanggan dengan cara diskon khusus, misalnya setiap hari minggu maka semua produk diskon 10% hal itu bisa juga di setting pada perangkat lunak.

Semakin cepat Anda menggunakannya maka Anda akan semakin cepat beradaptasi dengan teknologi. Jangan sampai Anda malah semakin ketinggalan dengan minimarket-minimarket yang lain yang sudah memulai untuk menggunakan teknologi.

4. Strategi Co-Branding dengan Berbagai Pihak.

Untuk semakin meningkatkan loyality para pelanggan secara continue, maka peritail juga harus bersedia untuk melakukan Co-branding dengan berbagai pihak. Tujuannya adalah untuk semakin memperkuat dan memberikan program-program yang cukup powerfull. Contoh dari co-branding powerfull adalah di minimarket Anda bisa juga untuk membayar listrik, pulsa, mengirim uang, membeli tiket pesawat, membayar belanja online dan lain sebagainya.

5. Retail yang Bersifat Majemuk.

Jangan heran apabila kita sudah menemukan toko-toko yang akan menjadi one stop shopping. Semakin setiap toko ingin meretensikan pelanggan mereka, maka setiap toko tersebut akan semakin berlomba-lomba agar menjadi one stop shopping. Misalnya saja apotek yang digabungkan dengan minimarket dan lain sebagainya.

Nah, itulah beberapa strategi-strategi agar bisa sukses dalam mengimbangi dan memenangkan persaingan bisnis ritel modern dan minimarket lokal dengan bisnis retail modern asing. Semoga bisa bermanfaat, selamat mencoba dan salam sukses.

Apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas atau membutuhkan pembimbingan star up ritel modern (supermarket & minimarket), mulai dari persiapan data base barang-barang yang dijual, software accounting +POS yang dipilih, SOP finance & accounting, SOP penjualan atau operasional, SOP Gudang dan Logistik, SOP Marketing dan Delivery service, rekrut karyawan sampai dengan perusahaan anda operasional, Silahkan hubungi 081-252-982900, atau kontak ke 081-8521172. Kami siap membantu!



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp