STRATEGI JITU MENJALANKAN BISNIS RITEL

Bertemu kembali dengan kami tim GroEdu (Lembaga Konsultan bisnis yang sudah dipercaya diberbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, dan kota besar lainnya). Pada kesempatan kali ini, kami akan menulis artikel tentang “Strategi Jitu Menjalankan Bisnis Ritel”.
Pengertian bisnis ritel sendiri adalah sebuah bisnis yang menjalankan penjualan barang atau jasa secara eceran atau satuan. Dan produknya langsung ditujukan pada konsumen langsung guna memenuhi kebutuhan pribadi konsumen dan tidak untuk dijual lagi atau sebagai bahan untuk membuat produk lain.
Bisnis ritel terus mengalami perkembangan, dan selalu menunjukkan tantangan baru bagi para pelakunya. Terbukti sudah ada bisnis ritel besar yang sudah memutuskan untuk menutup tokonya, misal 7-Eleven yang tutup tahun 2017. Bukan berarti bisnis ritel akan menuai kepunahan, nyatanya masih banyak perusahaan ritel yang masih bertahan bahkan terus berkembang dengan menerapkan strategi strategi jitu. Berikut strategi jitu yang bisa diterapkan dalam dunia bisnis ritel.
1. Mengikuti Trend Kebutuhan Konsumen.
Trend kebutuhan konsumen akan selalu berubah-ubah. Sebagai pelaku bisnis ritel wajib hukumnya untuk bisa mengikuti trend tersebut. Tidak harus merubah produk secara total, hanya perlu menambahkan beberapa inovasi produk yang sesuai dengan trend kebutuhan konsumen. Karena sudah jelas bukan, jika produk yang dijual tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumen maka konsumen tidak akan membelinya.
2. Mempertahankan Loyalitas Pelanggan.
Salah satu faktor yang bisa membuat perusahaan ritel tetap berdiri adalah pengalaman positif yang dialami pelanggan. Pengalaman positif inilah yang dapat menciptakan sikap loyal pada pelanggan. Loyalitas pelanggan dapat diciptakan dengan melakukan penawaran atau promosi menarik. Selain itu juga bisa melakukan hubungan baik dengan pelanggan, menyapa pelanggan, mengirimkan konten bermanfaat pada pelanggan, memberikan selamat atas prestasi yang dimiliki oleh pelanggan, dan lain sebagainya. Hubungan personalia ini bisa dilakukan secara langsung ataupun melalui perangkat digital.
3. Meningkatkan Kinerja Staf
Salah satu tantangan terbesar perusahaan ritel adalah tingkat pergantian karyawan yang relatif tinggi. Dan disetiap pergantian karyawan selalu membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit agar karyawan bisa melaksanakan jobdesk mereka dengan baik dan benar. Solusi untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan meningkatkan keterlibatan karyawan dalam setiap momen perusahaan. Memberikan pelatihan secara berkala untuk mengoptimalkan kompetensi mereka. Untuk memudahkan hal ini bisa dilakukan dengan menggali potensi dan mempertahankan staf, mempertimbangkan untuk menggunakan bantuan solusi otomatis seperti sistem manajemen HR atau sistem manajemen kompetensi.
4. Mengikuti Perkembangan Teknologi.
Perkembangan teknologi yang semakin maju akan semakin meningkatkan hasrat masyarakat untuk ikut andil didalamnya termasuk dibidang bisnis. Dulu permasalahan pebisnis adalah harus memiliki gedung atau lapak untuk berjualan. Dengan teknologi sekarang, bahkan masalah itu seolah menjadi keuntungan karena pelaku bisnis tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan lapak jualan.
Dengan adanya e-commerce, membuka peluang masyarakat untuk berbisnis secara online dan memiliki banyak pilihan sebelum melakukan pembelian, dan jarak bukan menjadi masalah. Meskipun kehadiran e-commerce memiliki efek pada perubahan perilaku konsumen, tetapi penelitian membuktikan bahwa konsumen tetap suka melakukan pembelian untuk sebagian besar produk di toko fisik. Mereka biasanya menggunakan internet untuk mencari informasi seputar produk dan membandingkan harganya, tetapi pada akhirnya akan tetap membelinya secara offline.
Fenomena seperti ini bukanlah ancaman, melainkan sebagai peluang. Pemasaran omni-channel bisa membantu perusahaan menjangkau audience yang lebih luas. Mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial, mesin pencarian google, serta marketplace akan semakin mempermudah konsumen untuk menjangkau produk kita.
5. Menggunakan Teknologi Terbaik yang Sesuai.
Pemakaian teknologi yang sesuai akan sangat membantu perkembangan perusahaan ritel. Seperti, sistem khusus untuk membantu aktivitas secara otomatis, pengelolaan inventaris, pemasaran, pengontrolan pembelian, penanganan prospek dan pelanggan, dan lain-lain. Selain mudah digunakan, software yang digunakan juga sebaiknya memberikan kemudahan integrasi dengan sistem lainnya, misalnya integrasi dengan barcode, POS, dan lain-lain. Penggunaan teknologi yang sesuai tentu juga membantu dalam pengaturan keuangan lebih bijak.

Kunci utama dari sebuah kesuksesan dalam memulai bisnis adalah berani menjadikan mimpi menjadi kenyataan. Jangan pernah merasa takut karena kegagalan dalam memulai bisnis, karena dari setiap kegagalan akan semakin banyak memberikan kita berbagai pelajaran paling berharga bagi langkah selanjutnya dari bisnis Anda.

Semoga artikel diatas bermanfaat bagi pembaca, apabila pembaca membutuhkan pendampingan dalam start up supermarket, Distributor dan mini manufacturing dengan 1 BOM, serta training-training terkait dengan start up supermarket, Distributorship management dan pemasaran silahkan hubungi kami di 081-252982900 atau email ke groedu@gmail.com



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp