SISTEM REMUNERATION YANG EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN

Remunerasi adalah pemberian gaji atau pendapatan tambahan kepada seorang pegawai sebagai apresiasi atas pekerjaan atau kontribusi dalam perusahaan yang sifatnya rutin dimana ia bekerja. Atau bisa juga disebut sebagai sesuatu yang diterima oleh seorang pegawai atau karyawan dari tempat ia bekerja.
Biasanya hal ini diberikan oleh perusahaan kepada pegawai atau karyawan atas prestasi kerja yang sudah dilakukan. perusahaan yang menerapkan kebijakan dengan pemberian remunerasi ini sangat menguntungkan bagi karyawannya dan juga perusahaan. Untuk itu, kami tim GroEdu (akan memberikan pengetahuan mengenai cara membuat sistem remuneration yang efektif untuk meningkatkan penjualan.
Apa yang membuat orang Sales mau bertahan dengan gempuran penolakan, tekanan target dan tekanan-tekanan lainnya ?, Jawabannya mungkin bisa banyak sekali, tapi tahukah Anda bahwa remunerasi dalam bentuk Bonus, Insentif, ataupun Komisi merupakan faktor tebesar yang membuat mereka bertahan dari segala macam tekanan di bidang sales. terutama sekali apabila perusahaan mampu memberikan remunerasi yang baik dan menarik bagi mereka.
Karyawan merupakan salah satu aset terpenting dalam perusahaan, oleh karena itu manajemen HR sebaiknya memiliki cara atau strategi khusus dalam memotivasi dan mempertahankan aset mereka, terutama pada karyawan terbaiknya. Dimana salah satu caranya adalah dengan menyusun sistem remunerasi/ penggajian karyawan tepat.
Selain itu dengan adanya struktur penggajian yang bagus dan kompetitif, akan membantu perusahaan untuk menarik minat dan bakat calon-calon karyawan dengan skill dan pengetahuan yang baik sehingga dapat membantu perkembangan perusahaan dan mencapai target dan visi yang ditanamkan oleh pemilik perusahaan.
Ada banyak sistem remunerasi yang di gunakan perusahaan, secara umum sistem remunerasi yang menantang akan selalu melibatkan komponen insentif, komisi atau bonus yang bersifat variabel, selain komponen gaji pokok dan aneka tunjangan tentunya. Insentif, komisi dan bonus ketiganya memiliki kesamaan, yaitu imbalan yang diberikan perusahaan jika karyawan telah memenuhi persyaratan tertentu. Namun ketiganya juga memilki perbedaan dalam penerapannya, dimana insentif memiliki nilai yang terbatas, artinya ada range-nya atau batas atas batas atasnya, sedangkan komisi memiliki nilai yang hampir tanpa batas, performa atau result team sales saja yang membatasi.

Insentif
Insentif merupakan remunerasi yang sifatnya berbentuk jangkauan atau ada batas bawah dan batas batasnya. contohnya adalah untuk penjualan sekian sampai sekian maka Insentif yang didapat adalah nilainya sekian, sementara jangkauan berikutnya beda lagi yang di dapat. Insentif ini adalah kompensasi yang diberikan dengan model bertingkat, dimana tiap tingkatnya memiliki nominal yang berbeda-beda, dengan kenaikan nilai pada tiap kenaikan tingkatnya. Sedangkan persyaratan untuk mendapatkan insentif, dibuat dalam bentuk range yang bertingkat, range ini tentu memiliki batas bawah dan batas atas.

Komisi
Komisi di berikan berdasarkan Prosentase penjualan, Jika Perusahaan Anda merupakan perusahaan yang mendapatkan Order penjualan produk/jasa dimana order di dapatkan sesekali dan perlu Follow Up waktu yang lama, menerapkan sistem komisi menjadi lebih utama. Dengan sistem komisi, berarti kompensasi yang diberikan dihitung berdasarkan prosentase tertentu dari pencapaian penjualan sales team. Pada sistem ini biasanya memang ada batas bawahnya, artinya komisi baru bisa diberikan, jika pencapaian penjualan telah melewati batas bawahnya yang merupakan target minimal yang dibebankan.

Bonus
Bonus merupakan remunerasi yang sejatinya di berikan apabila mencapai target tertentu. periodenya relatif lebih panjang seperti tahunan atau enam bulanan. Kompensasi dengan sistem bonus ini biasanya diterapkan dengan memberikan sebuah syarat, begitu syarat itu terpenuhi, maka bonus akan diberikan. Seringkali bonus ini dikombinasikan dengan sistem yang lainnya, dimana bonus akan diberikan saat sales team telah menyelesaikan serangkaian tugas dengan hasil yang disyaratkan.
Jika penerima gaji yang berlebihan terus bertambah, itu berarti indikasi adanya populasi karyawan menua dan stagnan. Tetapi hal semacam itu sulit dibayangkan mengingat sekarang ini ada program pensiun dini. Tetapi apa pun alasannya, sejumlah orang mungkin telah “mencapai maksimum.” Di samping menjadi masalah struktural, hal ini menimbulkan biaya tenaga kerja yang sangat tinggi. Dalam dunia usaha yang ketat persaingannya, perusahaan harus mempertahankan dan mengelola program penggajian untuk membantu mengontrol biaya tenaga kerja. Persoalan lainnya yang mungkin muncul ialah pengaturan gaji yang tidak baik.

Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda membutuhkan bimbingan untuk menerapkan sistem remunation di perusahaan anda. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi berharga untuk Anda. Terima kasih dan Selamat Mencoba.



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp