ACCOUNTING & INTERNAL AUDIT

Bagian ini memang tidak terpisahkan dengan Sistem manajemen yang terintegrasi. Konsultan kami akan memberikan pandangan pentingnya mengelolah Finance & accounting dengan baik agar manajemen yang sudah dibentuk dapat ditinjau di sisi keuangan. Konsultan akan memberikan pandangan mengenai software accounting yang dipakai. Laporan keuangan yang wajib dibaca, dan laporan-laporan lainnya yang akan dipakai sebagai landasan Strategi manajemen dalam membuat kebijakan. Di sini konsultan akan membantu menganalisa dan mendesain flow chart fungsi-fungsi di bagian akunting dan keuangan, termasuk SOP Finance & accounting yang meminimalkan resiko Fraud yang dilakukan pihak internal maupun pihak external. Meskipun ini adalah layanan optional, tetapi bagi kami adalah bagian penting selain bagian lainnya.

Demi kelangsungan dari keuangan perusahaan, kami memberikan layanan lanjutan berupa audit Internal, serta pembentukan tim audit Internal agar perusahaan secara langsung dikelola dari sisi keuangan berupa opinion dan solusi-solusi yang terbaik untuk perusahaan.

  • One
  • Two

Langkah-langkah yang dilakukan Konsultan

Financial Review

Konsultan akan mereview laporan keuangan perusahaan. Apabila sebelumnya laporan keuangan belum ada, maka konsultan akan membantu dalam implementasi software accounting yang sesuai dengan proses bisnis perusahaan. Konsultan akan membantu menyiapkan data untuk klien berupa : aktiva, List outstanding AR (Accountt Receivable) dan AP ( Account Payment), data base customer, data base supplier, Kas dan Bank saldo akhir, dan lainnya yang dibutuhkan dalam implementasi sofware.

Penelusuran ketidaksesuain

Banyak hal yang akan dilakukan oleh konsultan dalam melakukan penelusuran ketidak sesuaian. Misalnya HPP produk minus, di dalam fitur software akutansi akan tercatat secara otomatis setiap produk dengan HPP minus. Dengan menelusuri hal ini akan mengurangi kerugian perusahaan.

Create akun sesuai Proses Bisnis

Konsultan akan membantu menciptakan akun (COA) yang dibutuhkan di perusahaan sesuai dengan proses bisnis yang ada. Akun-akun ini selain menggunakan akun Standard Indonesia, juga memberikan tambahan akun yang dapat digunakan sebagai analisa dan strategi dan pembuatan kebijakan perusahaan. Misalnya akun wise (produk cacat) yang tidak ada di akun standard. Konsultan akan membantu pembuatan fast report yang dibutuhkan.

Pemantauan SOP Finance & accounting

SOP yang dibuat dan didesain oleh konsultan akan dipantau pelaksanaannya. Misalnya dalam pengeluaran Kas, apakah sudah mengikuti prosedur. Misalnya setiap kas keluar menggunakan dokumen Kas bon, siapa yang menandatangani untuk menyetujui, mengetahui dan peminta. Prosedur yang berjalan akan mempengarui serta mencegah terjadinya Fraud.

Analisis Laporan keuangan

Analisis laporan keuangan yang ditarik dari software. Dari hasil laporan keuangan yang ditarik otomastis dari software konsultan akan menganalisa tingkat kewajaran, akun yang sesuai, serta menganalisa rasio-rasio yang terjadi di setiap akun. Dengan demikian jika terjadi ketidak wajaran dapat ditelusuri dan dibuat kebijakan terkait hasil analisa.

Internal Audit

Agar resiko minimal dan mengurangi fraud, konsultan akan membantu melakukan audit secara internal. Di sini peran konsultan 100 persen sebagai internal audit independen akan membantu klien. Namun tidak menutup kemungkinan, perusahaan akan dibantu untuk dibentukan Tim internal audit. Hal ini berlaku optional.

MENGAPA FINANCE & ACCOUNTING PERLU PERHATIAN?

Informasi komparatif

Perusahaan membutuhkan Informasi kuantitatif harus diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya. Laporan keuangan disajikan secara perbandingan, setidaknya untuk 2 (dua) tahun terakhir sesuai peraturan yang berlaku. Sedangkan Laporan Keuangan Interim disajikan secara perbandingan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Perhitungan Laba Rugi Interim harus mencakup periode sejak awal tahun buku sampai dengan periode interim yang dilaporkan.

Read More

Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Posisi Keuangan

Tanggal laporan posisi keuangan dengan tanggal terbitnya laporan keuangan biasanya berbeda. Dan diantara kedua tanggal tersebut kemungkinan besar terjadi transaksi-transaksi. Transaksi yang terjadi antara tanggal laporan posisi keuangan dan tanggal penerbitan laporan keuangan yang mempunyai akibat material terhadap laporan keuangan sehingga memerlukan penyesuian atau pengungkapan dalam laporan keuangan harus diungkapkan.

Read More

Tanggung Jawab Atas Isi Laporan

Yang menyusun laporan keuangan bisa jadi pihak perusahaan sendiri atau pihak di luar perusahaan (konsultan atau kantor akuntan publik). Siapapun yang menyusun, perlu disadari bahwa yang bertanggungjawab atas isi Laporan Keuangan adalah manajemen perusahaan. Bukan pihak lain.

Read More

Strategi Pengembangan

  • One
  • Two

5 Konsep Balance

‘Debit–Credit’ Balance

‘Debit-dan-kredit’ memang konsep balance yang paling fundamental, dan wajib dikuasai oleh SDM bagian accounting. Dengan kata lain, seseorang bisa dipastikan gagal belajar akuntansi bila tidak paham konsep debit-credit balance ini. Debet kredit adalah konsep dasar dalam akutansi. Siapa saja mesti memahami hal ini. Oleh sebab itu dalam 5 konsep balance seorang akuntan mesti memahami hal ini. Konsep dasar ini menjadi panduan utama dalam pekerjaan seorang akuntan.

Short-Long Term Profit’ Balance

Tujuan utama perusahaan adalah “laba” (profit). Masalahnya, profit saja tidak cukup. Yang paling diharapkan adalah profit yang terus meningkat dari waktu ke waktu, dari periode ke periode, dari tahun buku ke tahun buku berikutnya, sehingga perusahaan terus bertumbuh (growth). “Pertumbuhan” itulah yang kemudian melahirkan 2 macam orientasi dalam pencapaiannya, yakni: profit jangka pendek (short-term profit) dan profit jangka panjang (long-term profit).

‘Reliability–Relevancy’ Balance

Tagline sebuah brand tertentu menyebutkan “sebab kualitas adalah segalanya.” Hal yang sama juga berlaku di Accounting. Produk utama yang dihasilkan oleh proses accounting, yakni “Laporan Keuangan”, harus berkualitas! Namun, ada 2 (dua) parameter kualitas Laporan Keuangan yang seringkali berbenturan, yaitu antara: Keandalan (reliability) dan Ketepatwaktuan(relevancy).Di satu sisi Laporan Keuangan harus akurat dan tidak mengandung salah saji bersifat material dan tidak menyesatkan pengguna, alias bisa diandalkan (reliable). Namun di sisi lainnya juga harus disajikan secara tepat waktu (relevant). Masalahnya, untuk memastikan keandalan perlu proses validasi, verifikasi, check-and-recheck, dan proses audit yang bisa jadi mengkonsumsi waktu ekstra lama.

‘Common–Best Practice’ Balance

Kata “kreatif” berkonotasi negatif di wilayah accounting. Beda jauh jika dibandingkan dengan wilayah lain seperti seni misalnya, khusus di accounting anda dilarang TERLALU KREATIF, salah-salah bisa dinilai melakukan praktek “creative accounting.”Persepsi ini membuat orang accounting menjadi terlalu rigid dalam menjalankan proses akuntansi, tidak berani menggunakan cara berbeda selain yang sudah lazim digunakan. Artinya menggunakan kaidah atau cara umum di akutansi.

‘Historical–Future’ Balance

Akuntansi Keuangan (Financial Accounting) berorientasi pada data historis—semua angka yang disajikan dalam laporan keuangan adalah rangkuman dari transaksi di masa yang telah lewat. Sementara Akuntansi Manajemen (Management Accounting) berorientasi pada data masa kini dan masa depan—costing data masa kini, budget dan forecast menggunakan data masa kini dan masa depan. Melalui laporan keuangan ini bisnis klien dapat dianalisa dan dibuatkan kebijakan terkait strategi pengembangan bisnis ke depan. Oleh sebab itu pemahaman ini perlu dipertajam.

5 Konsep balance konsultan

5 Konsep balance akan menjadi perhatian konsultan dalam penanganan klien. Oleh sebab itu dalam setiap langkah akutansi selalu memperhatikan hal ini. Konsultan akan memberikan pandangan terhadap klien dan membantu klien agar bisa mengatasi berbagai kendala dalam laporan keuangan dan penyajian laporan keuangan dengan penuh tanggung jawab profesi.

Finance & accounting go!