SEMAKIN PESATNYA LAJU PERKEMBANGAN BISNIS-BISNIS RITEL MODERN DI INDONESIA

Informasi yang sudah diperoleh dari Data Consult (Business Research Studies Report), dalam periode lima tahun terakhir (2014-2018) bahwa jumlah gerai-gerai jenis ritel modern di Indonesia mengalami peningkatan pertumbuhan yang begitu pesat, hingga menembus sekitar 17,57% per tahunnya. Padahal sejak tahun 2014 lalu, jumlah pertumbuhan gerai-gerai di Indonesia yang hanya sekitar kurang lebih adalah 10.365 gerai dan pada tahun 2018 ini, jumlah dari gerai-gerai tersebut sudah mencapai sekitar 18.152 gerai yang banyak tersebar di seluruh kota-kota besar di Indonesia.

Selain itu, yang lebih mengejutkan lagi adalah diketahui bahwa jumlah gerai-gerai dari salah satu raksasa ritel modern Indonesia, yaitu Hypermarket naik menjadi lebih dari 50%, yakni dari hanya 99 gerai saja sekarang menjadi 154 gerai (2014-2018).

Agak berbeda dengan gerai hypermarket, pertumbuhan gerai ritel modern jenis supermarket lebih cenderung malah semakin menurun, yaitu pada tahun 2014 lalu tercatat hanya sekitar 1.377 gerai yang turun menjadi sekitar 1.230 gerai (2018). Penurunan tersebut terjadi dan disebabkan karena beberapa supermarket tersebut terpaksa harus tutup dan sepertinya mereka sudah benar-benar kalah telak dalam bersaing dengan minimarket. Sementara sebagian besar dari gerai-gerai supermarket banyak yang malah dirubah menjadi gerai jenis hypermarket.

Kenaikan dari jumlah gerai-gerai tersebut, terutamanya adalah dipicu karena pesatnya pertumbuhan dari gerai-gerai ritel modern jenis minimarket, dengan pemain utamanya adalah dari Alfamart dan Indomaret. Jika pada tahun 2014 silam, total dari gerai-gerai minimarket hanya sekitar 8.889, maka pada tahun 2017 lalu, malah semakin melonjak naik hingga mencapai sekitar kurang lebih 15.538 gerai.

Dua pemain utama dari bisnis minimarket tersebut menjadi semakin agresif dan mempercepat penambahan serta penyebaran dari outlet-outletnya, baik itu adalah melalui pengelolaan sendiri atau dengan cara menggunakan sistem waralaba (franchise). Perkembangan dari gerai minimarket yang memang lebih cenderung sangat cepat. Bayangkan saja jika jumlah gerai-gerai dari Alfamart dan Indomaret saja untuk saat ini sudah mencapai sekitar kurang lebih adalah 13.000 gerai, belum lagi terhitung untuk jenis gerai-gerai dari minimarket lokal lainnya.

Beberapa tahun belakangan ini muncul fenomena convenience store (toserba/toko serba ada). Meskipun di Indonesia sendiri juga masih belum ada peraturan tentang pendirian dari convenience store, namun menurut lembaga riset Nielsen Indonesia yang telah dikutip dari situs Berita Bisnis, jumlah total dari convenience store di Indonesia dua tahun silam (toko ritel yang hanya lebih berfokus untuk menjual produk fast moving non sembako dan memiliki konsep gerai seperti halnya lokasi hangout) minimal adalah telah mencapai 450 gerai.

Bisnis ritel yang sebenarnya adalah jenis usaha dengan tingkat keuntungan yang tidak terlalu tinggi, yaitu net income dari bisnis ritel itu sendiri hanya sekitar 1,5%-2%, namun juga jenis bisnis seperti ini juga memiliki tingkat likuiditas yang lebih tinggi daripada yang lainnya, karena penjualannya kepada para konsumen yang selama ini lebih banyak dilakukan secara tunai, sementara untuk pembayaran kepada pemasok biasanya dapat dilakukan secara bertahap (kredit).

Ritel Modern Menjadi Alternatif Pilihan Lain Bagi Konsumen

Sampai saat ini ritel tradisional masih menguasai pasar sekitar 60%, dan hal seperti ini menunjukkan bahwa peluang untuk bisnis ritel modern terbilang masih cukup menjanjikan. Selalu akan muncul dan banyak berdiri gerai-gerai baru dari ritel modern di seluruh Indonesia, karena para pengusaha ritel juga semakin gencar dalam melebarkan jaringannya sampai ke berbagai daerah-daerah di Indonesia, bahkan untuk yang paling pelosok sekalipun.

Dengan semakin membaiknya perekonomian di Indonesia, maka akan menjadi semakin membaik pula tingkat daya beli dan konsumsi masyarakat di Indonesia, dan untuk hal seperti ini juga akan semakin mengubah gaya hidup masyarakat sekitar. Masyarakat yang selalu menginginkan adanya tempat untuk berbelanja yang lebih nyaman, aman, dan bersih dengan berbagai pilihan produk-produk yang berkualitas baik. Sangat memungkinkan bahwa jenis bisnis ritel-ritel tradisional akan menjadi semakin tergerus dengan keberadaan dari ritel-ritel modern yang terus meningkat tersebut jika sama sekali tidak ada perubahaan inovasi yang dilakukan terhadap ritel tradisional.

Sedangkan untuk kriteria dari jenis-jenis produk pangan yang telah dipilih oleh para konsumen, mereka lebih cenderung tidak hanya mencari produk-produk yang berkualitas saja, namun juga yang lebih bergizi, juga harus bermanfaat untuk kesehatan tubuh, karena itu, para pengusaha ritel juga harus benar-benar menyeleksi barang yang akan masuk, harus lebih teliti terhadap para produsen. Dan tidak hanya sekedar menyediakan produk pangan yang enak saja, namun juga cukup aman dan bergizi jika dikonsumsi oleh para konsumen.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang semakin pesatnya perkembangan gerai-gerai dari bisnis ritel modern di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian, apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan membutuhkan pembimbingan dalam perbaikan manajemen supermarket, mulai lay out, sistem manajemen, software yang digunakan sampai dengan pengaturan plano gram supermerkat, silahkan hubungi groedu@gmail.com, kontak kami di 081-252-982900, atau kontak 081-8521172. Kami siap membantu!

 



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp