PILIH MEMBANGUN SUPERMARKET MANDIRI ATAU WARALABA?

Bisnis adalah suatu praktik mendatangkan keuntungan dengan media perdagangan atau jual beli. Bisnis yang sukses memiliki tuntutan bagi orang yang melakukannya agar bisa kreatif. Baik itu kreatif dalam menghasilkan produk, pemasaran, dan pembuatan sistem. Bagi anda yang kini ingin berbisnis namun terkendala modal, anda tidak perlu khawatir karena di era saat ini sudah sangat mendukung untuk melakukan bisnis tanpa modal sedikitpun atu modal Rp. 0,- dengan memanfaatkan produk orang lain untuk dijual kembali secara reseller atau dropshipper. Setelah anda bisa mendapatkan modal dari cara tersebut, anda bisa memulai sendiri untuk memikirkan suatu produk inovasi secara mandiri. Tentu tidak instan, melainkan perlu beberapa tahapan yang panjang. Jika anda ingin mempersingkat tahapan tersebut, atau bahkan ingin segera mendapat keuntungan instan dengan cepat, maka hal ini adalah suatu kemustahilan. Karena bisnis sukses tidak bisa dilakukan dengan instan, kecuali anda memulai dengan bisnis franchise atau waralaba.
Berbicara tentang industri bisnis ritel atau supermarket, tentunya anda sudah tidak asing dengan Indomaret kan. Indomaret adalah salah satu industri bisnis waralaba ritel. Dan untuk bisnis ritel mandiri, anda bisa menemukannya dibanyak tempat, termasuk usaha ritel anda sendiri ( jika memilikinya ). Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apa perbedaan membuat ritel atau supermarket mandiri dibanding dengan supermarket waralaba. Berikut ini beberapa informasi yang bisa kami sampaikan.

Modal Yang Diperlukan
Seperti yang telah kami sebutkan diawal bahwa membangun bisnis mandiri bisa dimulai dengan modal Rp. 0,- dengan sistem reseller/dropshipper. Namun jika anda memutuskan untuk memulai bisnis waralaba anda membutuhkan modal awal. Seberapa besar modal tersebut tergantung pada tingkat bisnis waralaba. Semakin besar tingkat bisnisnya maka semakin besar modal awal yang diperlukan.

Estimasi Waktu Menghasilkan Keuntungan
Dengan memulai bisnis supermarket secara mandiri akan membutuhkan beberapa waktu setelah anda baru memulainya. Anda membutuhkan waktu lebih untuk melakukan riset strategi jitu dan tepat dalam pemasaran. Bahkan setelah anda mendapatkan hasil riset, anda belum tentu bisa langsung menghasilkan keuntungan karena bisa jadi riset anda kurang tepat. Dalam hal ini anda membutuhkan waktu lebih lama. Sedangkan dalam supermarket waralaba, anda akan diberikan satu set alat penjualan yang sangat memudahkan anda berjualan. Mengapa? Karena alat-alat atau tools ini telah terbukti ampuh untuk dilakukan. Tentu hal ini akan lebih mempercepat anda untuk menghasilkan keuntungan.

Biaya Royalti Fee
Royalty Fee adalah hal yang pasti dalam bisnis waralaba, dan diartikan sebagai kontribusi bagi hasil dari pendapatan Franchisee (biasanya dari penjualan) atas penggunaan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) milik Franchisor. Royalty Fee umumnya dibayarkan setiap bulan atau triwulan, dan dihitung berdasarkan besaran pendapatan Franchisee. Berbeda sekali dengan bisnis supermarket mandiri, tentu saja anda tidak ada kewajiban membayar royalty fee, karena ini adalah bisnis anda sendiri.

Riset Supplier
Salah satu tantangan dalam memulai bisnis supermarket mandiri adalah menemukan supplier baik dan tepat. Supplier dengan harga murah, namun dengan kualitas terbaik. Hal ini bisa anda lakukan dengan memperbanyak jaringan diantara teman atau kerabat anda, dan bisa juga melalui internet. Sedangkan dalam bisnis supermarket waralaba, anda sudah tidak memerlukan hak ini lagi karena supplier sudah disiapkan oleh franchisor.

Dalam menentukan mana yang lebih baik dari bisnis supermarket mandiri atau supermarket waralaba, sebenarnya sama-sama baik, tergantung bagaimana niat anda dalam memulai bisnis supermarket ini. Jika anda ingin ringkas dan tidak perlu berpikir keras dalam usaha mebangunnya, serta berharap untung yang cepat, maka pilihan yang tepat untuk anda adalah bisnis supermarket waralaba. Sedangkan jika anda memang berniat untuk memulai secara mandiri, anda harus berpikir lebih keras untuk membangunnya. Dan tentu saja jika telah mendapatkan keuntungan, semua keuntungan tersebut bisa anda miliki sepenuhnya. Andapun juga bisa bebas berpikir kreatif dalam pengembangan supermarket anda. Berbeda dengan waralaba yang memang telah memiliki sistem pakem dan anda tidak diperbolehkan untuk menambahkan, mengurangi, maupun merubahnya.
Sekian untuk pembahasan bisnis supermarket mandiri dan supermarket waralaba kali ini. Jika anda membutuhkan informasi lebih jelas tentang artikel ini, silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900/081-8521172. Kami siap membantu anda.



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp