OMSET MEROKET DENGAN PENERAPAN MERCHANDISING MANAGEMENT

 

Bertemu kembali dengan kami tim GroEdu (Lembaga Konsultan bisnis yang sudah dipercaya diberbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Makassar dan kota besar lainnya). Pada kesempatan kali ini, kami akan menulis artikel tentang “Omset Meroket Dengan Penerapan Merchandising Management”.

Mungkin anda pernah memiliki pengalaman sedang berkunjung di sebuah toko ritel dan berencana hanya membeli satu produk saja, api sewaktu anda menuju kasir ternyata produk dalam ranjang anda tidak hanya satu seperti yang anda rencanakan, melainkan ada banyak produk diluar rencana anda. Salah satu penyebab terjadinya pengalaman ini adalah karena penerapan merchandising management oleh pihak toko.

Merchandising management adalah semacam ilmu murni estetika, ilmu ini memegang peranan yang sangat penting dalam industri ritel. Ini adalah teknik penjualan diam yang dapat membantu meminimalisir kebutuhan tenaga sales officer dan untuk mengurangi biaya operasional yang pada akhirnya dapat meningkatkan profit bisnis ritel. Yang dilakukan dalam merchandising management adalah menampilkan suatu presentasi produk secara tiga dimensi yang ditampilkan secara fokus untuk dapat menampilkan fitur dan manfaatnya. Tujuannya untuk menarik, terlibat, dan memotivasi konsumen agar memutuskan untuk melakukan pembelian produk-produk yang dipajang.

Dalam dunia kompetisi ritel seperti saat ini, merchandising management merupakan cara yang efektif untuk menambah nilai suatu produk. Ini berkomunikasi dengan konsumen melalui unsur-unsur yang merangsang indera mereka seperti pencahayaan, musik, aroma, dan layar televisi dengan harapan dapat mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian berdasarkan keputusan mereka. Banyak faktor yang dapat digunakan dalam penerapan merchandising management. Seperti menciptakan display termasuk warna, pencahayaan, ruang, informasi produk, serta teknologi seperti digital display dan instalasi interaktif.  Beberapa unsur yang akan menentukan baik tidaknya sebuah toko ritel.

Interior Display

Untuk menangkap perhatian konsumen, seorang merchandiser harus mempertimbangkan kebutuhan konsumen selama konsumen berada di toko dan sedang mengamati produk-produk dalam toko. Faktor-faktor yang berkontribusi pada keseluruhan desain di dalam toko meliputi; tata letak toko, desain toko, dan titik pembelian display. Ketika berhasil diterapkan di toko, faktor-faktor ini dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan menyediakan lingkungan pembelian.

Tata Letak Toko

Tata letak toko adalah faktor yang signifikan untuk pemeliharaan bisnis yang berkembang, yang dapat membantu penjualan dan menaikkan profit Tata letak toko yang efektif mendorong konsumen untuk berbelanja dan melihat berbagai macam produk secara keseluruhan. Memilih tata letak toko tergantung pada jenis toko dan sifat dari produk yang dijual.

Pintu Masuk

Pintu masuk dikenal sebagai zona transisi yang vital, merupakan daerah penting di toko. Ini adalah area di mana semua pembeli memulai masuk ke toko, dan secara signifikan zona ini adalah dimana konsumen dapat mengamati rangsangan dan merasakan aura toko. Oleh karena itu, pikiran dan representasi konsumen dalam menilai toko dan merek tergantung pada daerah ini. Jika saat melalui pintu masuk namun pelanggan sudah disuguhkan dengan pemandangan yang membosankan, maka besar kemungkinan konsumen tidak akan melanjutkan untuk berbelanja di toko anda.

Mannequin

Manekin digunakan oleh pedagang pakaian untuk menampilkan produk mereka agar terlihat seperti dikenakan oleh seseorang. Sehingga konsumen secara tidak langsung sudah dapat berimajinasi saat nanti jika menggunakan pakaian atau fashion yang dipajang pada manekin. Hal ini tentu akan lebih meningkatkan emosi konsumen agar dapat membeli fashion yang dipajang. Manekin akan sering ditata untuk mencocokkan trend serta menampilkan produk terbaru yang tersedia. Sebuah studi menemukan bahwa pengecer memproyeksikan gambar yang ideal untuk konsumen dengan ukuran dan proporsi dari manekin. Ini digunakan untuk lebih memperkuat karakteristik target pasar mereka.

Cahaya

Cahaya juga merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh merchandiser. Pasalnya, pencahayan akan mempengaruhi warna produk yang terjual. Dengan pencahaayan yang kurang bagus, produk yang seharusnya berwarna cerah akan terlihat berwarna kusam sehingga pasti konsumen enggan untuk membeli. Cahaya terang dapat menciptakan rasa kejujuran, positif, dan menambah estetika produk. Pencahayaan juga dapat digunakan untuk menyoroti tata letak toko dan mendesak pelanggan untuk mengalir melalui toko, mengekspos mereka untuk lebih banyak melihat barang dagangan. Tingkat kecerahan dalam toko merupakan faktor yang sangat penting dalam perilaku konsumen dan lingkungan ritel, suatu ruang yang memiliki pencahayaan redup kurang membangkitkan gairah dibanding ruang lebih terang. Pencahayaan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, perilaku pelanggan, dan juga lingkungan tata ruang secara keseluruhan. Pelanggan menjadi lebih terstimulasi ketika pencahayaan dalam ruangan dianggap sangat cerah dan mempercepat keputusan pelanggan membeli produk

Musik

Musik yang diperdengarkan dalam toko dapat mempromosikan citra merek, dan juga dapat membantu konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Musik yang sesuai dengan gaya toko dan target konsumen merupakan faktor penting untuk dipertimbangkan. Musik dengan tempo lambat dapat menyebabkan konsumen untuk lebih bersantai dalam perjalanan mengelilingi toko. Pasti hal ini menyebabkan lebih banyak kontak dengan barang dagangan dan akan meningkatkan rasa untuk membeli. Memperdengarkan musik yang sedang populer juga dapat mendorong konsumen untuk berlama-lama di toko lagi. Misalnya, sebuah toko dengan target pasar remaja harus mempertimbangkan bermain musik pop, karena ini adalah genre lebih banyak dinikmati oleh khalayak muda pada umumnya. Bermain dengan genre musik ini akan membuat pengalaman belanja mereka lebih menyenangkan, yang dapat mengakibatkan mereka tinggal lebih lama di toko, mengekspos mereka untuk lebih banyak melihat barang dagangan dan mungkin dapat mempengaruhi keputusan pembelian.

Semoga artikel diatas bermanfaat bagi pembaca, apabila pembaca membutuhkan pendampingan dalam start up supermarket, Distributor dan mini manufacturing dengan 1 BOM, serta training-training terkait dengan start up supermarket, Distributorship management dan pemasaran silahkan hubungi kami di 081-252982900 atau email ke groedu@gmail.com

 

 



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp