MANAJEMEN EFEKTIF UNTUK RITEL BAHAN MAKANAN

Ada beberapa tantangan dalam ritel yang lebih keras daripada mengelola rantai pasokan untuk peritel yang menyediakan bahan makanan. Mengoptimalkan persediaan mencakup produk-produk segar dan memiliki masa kadaluarsa yang pendek tidaklah mudah. Jika memang Anda bergerak untuk menyediakan bahan makanan, maka tampilan yang segar adalah salah satu faktor utama agar banyak customer mau membeli dan membawanya pulang. Berikut ini akan kami sampaikan beberapa manajemen yang perlu dilakukan oleh pelaku bisnis ritel yang menyediakan bahan makanan segar.

Jangan Pernah Mengabaikan Umur Simpan Produk Saat Memesan
Semua peritel besar memiliki kontrak dengan pemasok yang menentukan bahwa barang memiliki masa simpan minimum yang disepakati saat dikirimkan. Tetapi informasi ini tidak selalu diberikan kepentingan yang cukup dalam pengisian ulang, karena tanggal penjualan bervariasi dari pengiriman ke pengiriman. Namun, variabel sering dapat dikerjakan ke dalam prakiraan.

Memasukkan Prakiraan Kerusakan
Perkiraan pembusukan dapat digunakan dalam perhitungan parameter pesanan, tetapi kami juga menggunakannya dalam penghitungan pengisian ulang dengan memperhitungkan faktor pembusukan di masa mendatang. Hal ini akan membantu menjaga ketersediaan tetap tinggi dengan mengisi ulang sebelum rampasan stok, dan juga menandai item yang perlu dijual dengan cepat. Dalam lingkungan ritel, ini tentu saja lebih sulit karena konsumen tidak selalu beroperasi berdasarkan prinsip ‘masuk pertama keluar pertama’, justru sebaliknya! Tetapi memasukkan simulasi pembusukan dalam perhitungan benar-benar membantu menjaga ketersediaan optimal bahkan untuk produk volume rendah, tetapi juga dapat meningkatkan limbah makanan. Anda harus jelas bahwa prioritas Anda adalah ketersediaan daripada pembusukan jika Anda memutuskan untuk menggunakan pendekatan ini.

Kelola Setiap Produk Secara Individual
Dalam banyak kategori yang mudah rusak, produk sering kali saling menggantikan sehingga konsumen dapat beralih tanpa berpikir dua kali. Roti segar adalah contoh yang baik. Dengan satu klien tertentu, Anda bisa memulai proses mengoptimalkan pengisian roti dengan mengidentifikasi ‘must-have’ di setiap sub kategori melalui klasifikasi ABC tingkat toko. Anda bisa menjalankan pengisian ulang dengan dasar bahwa ‘baik untuk dimiliki’ dapat habis menjelang akhir malam, tetapi bahwa harus selalu ada stok di semua kategori dasar (mis. Irisan putih, gandum, biji dll).

Menjual produk bahan makanan segar memang memiliki tantangan tersendiri. Jika tidak tepat mengelolanya, jelas akan sangat merugikan karena memiliki masa pembusukan yang lebih cepat dibanding produk lain. Jika anda membutuhkan infomasi lebih jelas tentang manajemen ritel bahan makanan dan sejenisnya, silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp