KENDALA MENYIMPAN PERSEDIAAN KONSINYASI DARI SUPPLIER

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen Groedu International Consultant akan berbagi informasi mengenai berbagai kendala dalam menyimpan persediaan konsinyasi.

Beberapa permasalahan yang timbul adalah :
1. Perlakuan berbeda untuk jenis barang yang sama
Adakalanya jenis barang dagang perusahaan konsinyor (Perusahaan yang menyerahkan) sama dengan jenis barang dagang Perusahaan konsinyasi (Perusahaan yang menerima). Maka agar tidak menimbulkan kesalahan konsinyasi harus membangun sistem pengendalian untuk melakukan kontrol konsinyasi. Dengan tujuan membedahkan barang milik konsinyor dengan barang milik konsinyasi.

2. Waktu reorder tidak tepat
Penentuan nilai persediaan biasanya berdasarkan pada hasil stok opname. Jika perusahaan konsinyasi tidak tepat dalam melakukan pengakuan persediaan. Nantinya akan berdampak pada strategi perusahaan.

Seandainya perusahaan menerapkan permintaan barang berdasarkan titik persediaan minimum secara otomatis, maka sinyal untuk reorder akan dilakukan dan jumlah barang yang dibutuhkan dikirimkan ke vendor padahal waktu barang dibutuhkan sudah terlambat. Barang yang terhitung oleh penilaian sistem reorder bercampur dengan barang konsinyasi.

Berlaku juga pada perusahaan konsinyor yang tidak tepat dalam melakukan pengakuan persediaan. Seandainya barang konsinyasi tidak dibuatkan akun tersendiri, maka disaat perusahaan konsinyasi melakukan retur akan terjadi kerancuan pengakuan.

Oleh karena barang konsinyasi masih merupakan barang milik perusahaan, maka barang yang disimpan oleh perusahaan konsinyasi perlu dianggap tersimpan di gudang saja. Tetapi hal ini akan bermasalah tatkala perusahaan menitipkan barang yang bervariasi kepada perusahaan lain, terlebih jika jumlah perusahaan yang dititipi banyak.

Maka dari itu agar sistem tetap mengakui barang yang dikirim ke konsinyasi, maka sistem harus diatur agar memperlakukan barang yang disimpan konsinyasi berada di gudang.

3. Penentuan Harga Pokok Penjualan menjadi lebih rumit
Perusahaan perlu mengendalikan keluar masuknya (mutasi) barang dagang. Setiap barang persediaan akan menentukan besarnya harga pokok penjualan. Menggunakan metode average akan lebih memudahkan perhitungan harga pokok karena informasi yang disajikan lebih stabil. Metode ini akan efektif apabila perubahan, fluktuasi harga persediaan variasinya tidak terlalu signifikan.

Penggunaan metode average juga dapat digunakan untuk memediasi penggunaan metode FIFO. Artinya perusahaan mengunakan metode average hanya sementara, selanjutnya berganti ke metode FIFO jika dirasa datanya sudah stabil.

Seandainya penentuan harga pokok langsung dihitung dengan menggunakan metode FIFO, maka akan menimbulkan kerancuan dalam mengidentifikasi barang yang bervariasi jenisnya.

Bahkan seandainya terjadi kesalahan perhitungan barang yang diterima meski satu detik, akibatnya akan rancu dalam menyesuaikan barang dengan harga pokoknya. Dari mana asal barang tersebut keluar…? Jelas di sini dibutuhkan strategi yang tepat dalam menerapkan kebijakan yang diperlukan.

4. Berpotensi menimbulkan Beban
Apabila jenis barang yang dikonsinyasikan berjumlah banyak, bervariasi dan rentan menyusut nilainya (membusuk, rusak atau hilang), maka pencatatan secara akuntansi dan nilai persediaan yang harus dilaporkan juga menjadi lebih rumit. Sistem dan keputusan akuntansi untuk mengelola kebijakan akuntansi harus dilakukan lebih hati-hati. Berdasarkan pada fakta, kerugian atas barang konsinyasi malah menjadi beban dari konsinyor.

5. Pengakuan persediaan yang rumit
Jika perusahaan juga memiliki kebijakan menerima konsinyasi dan memberikan konsinyasi, maka harus tepat pencatatan pengakuannya karena perusahaan bertanggung jawab atas barang bukan miliknya. Barang yang secara fisik dikuasai, tapi tidak diakui sebagai persediaan. Padahal secara operasional, nyaris tindakan terhadap barang untuk transaksi bisnis dan penjualan relatif sama. Yang kemudian menjadi pembeda adalah menyikapinya dalam pencatatan akuntansi dan proses transaksi keuangannya. Jika sistem operasional sudah terkomputerisasi, maka hal ini harus ditangani sejak barang diterima, beban pergudangan, dan lain-lainya.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai kendala menyimpan persediaan konsinyasi, aset dengan persediaan. Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam artikel ini, aset dengan persediaan, membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 (Owner) / 081-8521172 (Office). Kami siap membantu anda.



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp