KELUHAN APOTEK-APOTEK DI TULUNGAGUNG TERKAIT TEROR LSM

Beberapa apotek di Tulungagung mengaku tengah merasa resah karena adanya surat dari Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPKRI) yang bernuansa teror.
Menurut Masduki, Kasa Perbekalan dan Kefarmasian Dinas Kesehatan Tulungagung, ada dua surat dari LPKRI yang dilayangkan ke beberapa apotek di Tulungagung. Dua surat tersebut berisikan somasi dan undangan pembinaan.
Sejumlah pelaku usaha apotek di Tulungagung mengeluhkan surat somasi bernuansa teror yang dilayangkan Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) ihwal penjualan obat keras di luar resep dokter.
Surat pertama dilayangkan pada 28 April 2022. Pihak apotek dituduh telah menjual obat keras tanpa resep dokter. Dengan dalih itu, pihak LSM meminta pemilik apotek menghadiri sosialisasi tentang obat keras.
Namun, surat bernada teguran/tuduhan itu tak mendapat tanggapan dari mayoritas pemilik usaha apotek. Hal itu rupanya mendorong pihak LPKRI melayangkan surat somasi kedua.
Menurut Masduki, LSM atau dalam kasus ini adalah LPKRI tidak memiliki dasar hukum untuk melakukan pembinaan terhadap sarana kefarmasian, termasuk apotek. Jika menganut UU yang berlaku, pihak yang berhak melakukan pembinaan adalah Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten, dan BPOM.
Sedangkan dari pihak Fais Adam, selaku Ketua Umum LPKRI, Fais mengaku bahwa alasan pengiriman surat tersebut disebabkan karena LPKRI mempunyai temuan bahwa beberapa apotek yang dimaksud ini menjual obat keras tanpa resep dokter.
“Kami cuma mengingatkan jangan menjual obat keras tanpa resep dokter,” kata Fais.

Sumber: www.babe.news



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp