CARA PRAKTIS MENDAPATKAN SUMBER STOCK UNTUK TOKO ON LINE ATAU PUN OFF LINE

Kali ini konsultan Groedu International Consultant Surabaya, Jakarta, Semarang, Jogjakarta, Bandung dan Denpasar akan mengulas pentingnya mendapatkan sumber stok. Silahkan simak artikel di bawah ini semoga bermanfaat.

Dalam dunia retail baik online dan offline pasti kita memiliki konsep yang sama yaitu mengelola persediaan. Kesuksesan dari bisnis retail anda sangat ditentukan dari bagaimana anda mampu mengelola persediaan anda dengan baik. Hal tersebut melibatkan beberapa kunci strategi seperti logistic, merchandising, dan marketing strategy. Namun, sebelum kita mulai mengelola persediaan anda sangatlah penting untuk membuat strategi bagaimana anda mendapatkan sumber persediaan anda. Dalam retail setidaknya terdapat 3 opsi umum untuk mendapatkan persediaan anda :
1. whoesale
Yang kita ketahui saat ini wholesale adalah dimana kita membeli produk dari produsen dan menjualnya kembali dalam partai besar kepada retailer. Wholesaler dan retailer melakukan hal yang hampir sama tapi perbedaan utamanya adalah fokus wholesaler adalah memuaskan kebutuhan retailer, sedangkan fokus dari retailer adalah memuaskan konsumen akhir.
Keuntungan dalam pembelian secara wholesale :
a. margin yang lebih. Supplier akan memberikan margin yang lebih tinggi ketika anda membeli secara wholesale
b. mengamankan persediaan. Pembelian secara wholesale berarti anda mempunyai kenyamanan dalam mengamankan persediaan anda khususnya untuk barang barang yang cepat berpindah
c. hubungan yang lebih baik dengan para supplier. Sebagai supplier, mereka akan lebih memilih opsi ini karena mereka akan memprioritaskan pembeli yang membeli secara wholesale. Anda akan mendapatkan produk produk baru secara langsung dan beberapa supplier akan tertarik melakukan pemasaran bersama untuk membantu anda meningkatkan penjualan.
Namun juga terdapat kelemahan dari wholesale diantaranya :
a. beban inventory. Pembelian barang secara wholesale akan memberikan lebih banyak tekanan untuk dapat menjual barang barang tersebut secepat yang anda bisa. Hal terakhir yang tidak anda inginkan adalah anda berakhir dengan terlalu banyak barang sisa di gudang.
b. Risiko finansial. Memberikan uang di muka berarti anda membutuhkan investasi yang baik di awal. Kebanyakan dari perusahaan baru lebih memilih untuk menggunakan uangnya demi marketing dan branding.
c. Pekerjaan tambahan untuk mengelola inventory. Anda perlu mengelola inventory dan logistic yang anda punya dari inventory management, stock report, dan shipping process. Hal ini tidak akan ideal untuk retailer yang tidak mempunyai modal dan sumber daya yang cukup untuk melakukannya.
2. consignment
Consignment adalah sebuah penjanjian di mana anda sebagai pihak yang memiliki barang (consignor) menyerahkan sejumlah barang anda kepada pihak tertentu (consignee) untuk dijual dengan memberikan komisi tertentu.
Keuntungan :
a. Menghemat biaya inventory. Retailer tidak perlu mengeluarkan kasnya hingga barang terjual kepada end user. Dalam kata lain, seorang consignee tidak perlu membayar supplier hingga barang dagangannya terjual yang mana dapat meningkatkan cash flow di bagian retailer.
b. Mengisi kembali persediaan saat penjualan. Hal tersebut menghindari jeda waktu antara penjualan barang dengan kedatangan pesanan baru. Hal terpenting dari supplier dan retailer untuk menjaga persediaan untuk tetap tersedia sehingga inventory dapat tergantikan dengan langsung untuk dijual secepatnya. Jeda waktu antara barang yang sedang dijual dengan barang barang baru yang telah datang sangat berpotensial terhadap kerugian bisnis.
c. Membangun hubungan yang lebih baik. Memesan jumlah yang tepat, menjual jumlah yang tepat, dan menggunakan penjualan secara consignment untuk mengubah tujuan setiap saat dan lalu membentuk hubungan yang lebih kuat di antara kedua pihak.
Kelemahan
a. Margin yang kurang. Penjualan secara consignment biasanya memiliki margin yang lebih rendah daripada penjualan secara wholesale.
b. Pengelolaan persediaan yang rumit. Mengelola penjualan secara consignment bisa menjadi suatu mimpi buruk. Anda butuh untuk melacak persediaan secara tepat pada lokasi consignment. Pergerakan yang konstan dalam persediaan consignment membuat pengelolaan pada spreadsheet (Ms. Excel) menjadi sangat sulit. Kesalahan dalam laporan anda akan menyebabkan kehilangan persediaan dan kehilangan keuntungan.
3. dropship
Dropshipping adalah sebuah retail fulfillment method yang dimana store tidak menyimpan produk yang dijualnya dalam persediaan. Lebih jelasnya, ketika store menjual produk, produk tersebut dibeli dari pihak ketiga dan dikirimkan secara langsung kepada pelanggan. Maka dari itu, penjual tidak pernah melihat atau menangani produk secara langsung. Perbedaan terbesar antara drop shipping dengan model retail standart lainnya adalah penjualan yang dilakukan oleh penjual tanpa melakukan persediaan atau inventory sendiri. Sebagai gantinya, penjual membeli inventory yang dibutuhkan pihak ketiga (biasanya adalah wholesaler atau manufacturer, untuk memenuhi pesanan).
Keunggulan :
a. Hanya memerlukan modal yang kecil. Keuntungan terbesar dari drop shipping adalah memungkinkan anda untuk meluncurkan sebuah ecommerce store tanpa harus investasi ribuan dollar untuk inventory di awal. Dengan drop shipping model, anda tidak perlu melakukan pembelian produk kecuali anda telah melakukan penjualan dan telah dibayar oleh pelanggan.
b. Pilihan produk yang bervariasi. Karena anda tidak harus melakukan pembelian awal terhadap barang-barang yang anda jual, maka anda dapat menawarkan jajaran produk terhadap pelanggan-pelanggan yang potensial membeli produk anda. Jika suppliers memiliki persediaan barang tersebut, maka anda dapat mendaftar barang yang akan dijual tersebut ke dalam website anda tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
c. Pekerjaan jadi lebih mudah. Dengan memanfaatkan drop shipping suppliers, sebagian besar pekerjaan dalam memproses pesanan-pesanan akan ditangani oleh supplier, yang memungkinkan anda untuk melakukan expand dengan sedikit kerja keras.
Kelemahan :
a. Masalah pada inventory. Jika anda menyediakan semua produk-produk anda sendiri, maka relative sederhana untuk melacak produk-produk yang mana sudah habis atau masih ada. Tetapi ketika produk anda bersumber dari berbagai atau lebih dari satu gudang, yang mana juga harus memenuhi pesanan untuk pedagang lain, sehingga terjadinya perubahan persediaan sehari-harinya.
b. Pengiriman yang rumit. Jika anda bekerja dengan berbagai supplier (drop shippers), maka produk anda yang berada di website akan bersumber dari banyaknya drop shipers yang anda miliki. Hal ini akan mempersulit biaya-biaya pengiriman bisnis anda.
c. Kesalahan pada supplier. Bahkan drop shipping supplier terbaik pun pernah melakukan kesalahan dalam memenuhi orderan. Kesalahan yang dimana anda harus bertanggung jawab dan meminta maaf.
Setelah kita mengetahui beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam bisnis retail, baiknya sesegera mungkin kita menghindari hal hal diatas agar bisnis retail yang kita bangun mampu bertahan dalam persaingan dan memimpin pasar. Apabila bapak ibu membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut diatas, atau merapikan manajemen operasional Ritel dengan kelengkapan SOP, sistem informasi manajemen, pembentukan Tim pemasaran termasuk Digital marketing dengan konsep Omni Channel, dan penggunaan software accounting dan operasional tools lainnya, silahkan hubungi kami di groedu@gmail.com atau wa 081-252-982900. Kami siap membantu anda.
#Konsultan manajemen Autopilot
#Konsultan manajemen Bisnis
#Konsultan marketing “Omni Channel”
#Konsultan manajemen Ritel



Tinggalkan Balasan

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp